INOVASI KETAHANAN KOMUNITAS (INANTA)

INANTA merupakan lembaga non-profit dan berbadan hukum Indonesia. Bekerja untuk kemanusiaan dan ketahanan komunitas melalui program respon bencana alam, pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim dan pemberdayaan masyarakat, dengan tanpa membeda-bedakan manusia berdasarkan agama, ras, suku, golongan, dan pandangan politik

KOMITMEN KAMI

Bekerja secara akuntabel, non-politis dan menempatkan kesetaraan gender & komunitas rentan dalam semua proyek. Partisipasi masyarakat menjadi yang utama tanpa memandang agama, ras, suku dan golongan

Respon Bencana (Disaster Response)

INANTA senantiasa terlibat dalam respon darurat bencana di Indonesia melalui dukungan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas berupa Air bersih, sanitasi, promosi kebersihan, hunian sementara, perlengkapan rumah tangga, dan pemulihan mata pencaharian berdasarkan standar SPHERE dan Standar Kemanusiaan Inti (Core Humanitarian Standart)

Pengembangan Komunitas (Community Development)

INANTA menggunakan kemampuan dan bekerja bersama komunitas (masyarakat) untuk membantu mereka agar memiliki ketahanan terhadap risiko bencana, beradaptasi terhadap perubahan iklim, dan meningkatkan kualitas lingkungan. INANTA mengutamakan partisipasi masyarakat dan pembelajaran dari semua aspek yang akan dicapai dalam pendampingan

Pendidikan, Pelatihan & Penelitian

INANTA senantiasa melaksanakan kegiatan pendidikan kebencanaan pada berbagai elemen komunitas, mendukung pemerintah daerah menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan melakukan studi-studi pengukuran ketangguhan komunitas

PROGRAM KAMI

Kami sedang menjalankan program Adaptasi perubahan Iklim dan pengurangan risiko bencana (DREAM-2) di Kabupaten Sigi-Sulawesi Tengah. Juga program Satuan Pendidikan Aman Bencana bagi pelajar di 5 desa di Kabupaten Sigi.  Selain itu, kami juga terlibat dalam respon bencana dan Program Pemulihan bencana pada sektor pendidikan Sulawesi Barat.

Succes Story: Pertanian Cerdas Iklim

INANTA melalui program adaptasi perubahan  iklim dan PRB (DREAM-2) terus memotivasi para petani di Kabupaten Sigi untuk mulai beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Salah satunya adalah dengan menerapkan komponen pertanian cerdas pada aktivitas usaha pertanian. Hal ini, mulai diterapkan oleh Bapak Yusran dari kelompok Tani Boya Katuwua di Desa Pakuli Utara (3/7/21). Pak Yusran menggunakan pupuk organik pada proses pengolahan lahan pembenihan padi. Penggunaan pupuk organik dilakukan dengan cara: menyebarkan pupuk organik diatas lahan dan menyatukan secara merata dengan tanah menggunakan traktor. Pak Yusran berharap pupuk organik dapat mengembalikan kesuburan tanah secara alami.

Sebelumnya, INANTA dan CWS telah memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati bagi lebih dari 120 petani di Pakuli Utara, Simoro, Bulubete dan Rogo. pelatihan ini dilakukan dengan tujuan untuk memotivasi dan meningkatkan kemampuan petani untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri, sehingga tantangan kelangkaan pupuk tidak menjadi pengambat dalam menjalankan usaha pertanian. Pak Yusran merupakan salah satu dari peserta pelatihan tersebut dan termotivasi untuk mulai menggunakan pupuk organik dalam kegiatan pertanian-nya.

Penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati akan terus dikampanyekan oleh INANTA sebagai bentuk dukungan pada program adaptasi perubahan iklim.

  • Penyiapan Pupuk Organik

  • Penyebaran Pupuk Organik

  • Pupuk organik pada permukaan tanah

  • Pencampuran pupuk organik dan tanah dengan traktor

  • Penyiapan benih padi

  • Penanaman benih padi

MITRA INANTA